Saat perusahaan otomotif asal India Tata meluncurkan Nano tahun 2009, semboyan "mobil termurah sedunia" mereka anggap sebagai resep jitu agar mobil itu laris. Logika strategi produknya tampak menyakinkan: menawarkan kendaraan terjangkau untuk keluarga kalangan bawah-menengah di India yang ingin naik "kelas" dari sepeda motor ke roda empat. Tapi, penjualan Nano ternyata tidak memuaskan. Setelah dikaji, ternyata penyebabnya justru harga Nano yang murah.
