Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

07 January, 2012

Cinta vs Benci


Ketika ditanya tentang cinta dan kebencian
Mengapa kebencian terlihat begitu dalam
Kebencian juga begitu menguasai emosi
Yang tak kan pernah bisa menyamai cinta sejati


Kebencian sangat berat untuk dipikul
Sementara cinta lebih ringan dari kapas
Cerita tentang kebencian dibuat dengan judul besar-besar
Sementara cerita tentang cinta terasa sulit ditemukan


Tetapi..
Ketika kita menganggap bahwa cinta itu penuh kesabaran, keindahan
Keanggunan, kearifan, kelembutan..
Kita tak ingin untuk melepaskannya,
Kita tak ingin untuk marah.. Karena tak akan ada yang salah..
Bahagia telah melakukan kesalahan sebagai pelita menuju kebenaran
Saling menutupi kekurangan, saling percaya, saling berharap..
Saling bertanggung jawab, penuh semangat yang tak akan padam..


Kita akan memahami cinta lebih dalam menguasai timbangan hati
Meskipun kebencian menumpuk dengan beratnya..
Cinta akan mengangkat beban kebencian hanya dengan sentuhan kecil
Kekuatan cinta sanggup meringankan segalanya hingga terasa ringan

16 December, 2011

Ibu dan Cintanya yang Tidak Pernah Habis

Ibu, adalah sebuah kata yang istimewa.Banyak versi untuk menyebut seorang ibu: mama, bunda, emak, mami, embok, ummi, mother, dan lmasih banyak lagi. Namun essensinya, beliau adalah seorang perempuan mulian yang telah menggadaikan nyawanya sewaktu melahirkan kita dan mengorbankan seluruh hidupnya untuk membesarkan, menyayangi, mencintai, dan mengantarkan anak-anaknya menuju gerbang kedewasaan untuk menjadi manusia yang dewasa dan sempurna.
Bagi saya, sosok seorang ibu, adalah sosok seorang wanita yang paling cantik, kuat, tegar, dan penuh cinta. Kepadanya saya mengadu, kepadanya saya meminta, merengek, menangis dan berharap. Dia yang mendidik tentang nilai-nilai kebaikan dan perjuangan. Dia yang memberikan contoh sampai akhir hidupnya ketika tubuh tuanya yang renta sudah tidak sanggup lagi menanggung beban. Tapi kasih sayangnya terus tercurahkan kepada seluruh anak-anaknya.



15 December, 2011

Setelah Jemari Izroil Meraihku

…Setelah jemari Izrail datang meraihku; sebuah luas kota cahaya bergedung emas tinggi terhampar menjulang. Bersama kilau pancar senyum Jibril dalam sayap-sayapnya terbentang (Jauh dari timur ke barat); tampak Ridwan dan tujuh puluh bidadari putih tercantik berdiri. Menanti di depan pintu gerbangnya kokoh kemilau…